PROFIL

Yayasan PATTIRO

Pusat Tela’ah dan Informasi Regional

(Center for Regional Studies and Information)

SERANG-BANTEN

Sekretariat:

Link Ciwaktu Lor Rt 02/5B Kelurahan Sumur Pecung Serang-Banten 42118,Telp 0818771215,081911102798

E-mail: pattiro_serang@yahoo.com

PROFIL

Yayasan PATTIRO

Pusat Tela’ah dan Informasi Regional

(Center for Regional Studies and Information)

SERANG-BANTEN

Bab I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salah satu hal menarik dari diundangkannya paket Undang-undang Otonomi Daerah adalah telah adanya peluang yang besar kepada masyarakat untuk ikut serta dalam pembuatan dan melaksanakan kebijakan yang menyangkut daerahnya. Ikut serta dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan tersebut dalam hal ini disebut dengan istilah “partisipasi publik”. Partisipasi merupakan bagian dari perwujudan pelaksanaan demokrasi.

Dalam studi kontemporer tentang demokrasi, faktor penunjang demokrasi adalah ada-tidaknya civic culture dalam suatu masyarakat. Civic culture menjadi model demokrasi berbasis masyarakat, dan merupakan bagian integral dari civil society selain civic knowledge dan civic value. Civil society sendiri memiliki peristilahan yang beragam seperti “masyarakat madani” (Anwar Ibrahim, 1996, Nurcholish Madjid, Dawam Rahardjo, 1997), “masyarakat warga” (Lembaga Etika Atmajaya, 1997), atau “masyarakat sipil” (Mansour Fakih, 1996), dan “masyarakat kewargaan” (Ryas Rasyid, Franz Magnis-Suseno, 1997).

Apapun istilahnya, elemen dasar keterlibatan publik (civic engagement) menjadi akar tunjang civil society yang menyuburkan demokrasi. Adanya kultur demokrasi yang bersemai dalam  masyarakat menjadi ukuran seberapa jauh keterlibatan publik tersebut dihargai keberadaannya. Dalam banyak literatur ilmu politik, seperti yang diungkapkan Roland Inglehart (Trust, Well-being and Democracy, 1999), bahwa demokrasi tak akan tumbuh dalam sebuah masyarakat yang tidak memiliki kultur demokrasi. Inglehart mempercayai bahwa kultur demokrasi erat kaitannya dengan sikap saling percaya (interpersonal trust) antar-warganegara yang diyakini menjadi pendorong yang cukup kuat ke arah demokrasi

Dalam kerangka inilah, partisipasi dan sikap percaya (trust) sesama warga  menjadi parameter utama civic engagement. Ia menjadi satu sisi dari mata uang yang tak bisa dipisahkan dari keterlibatan politik (political engagement). Jika political engagement menyangkut keterlibatan dan keterkaitan warga negara dengan urusan-urusan politik dan pemerintahan, maka civic engagement menyangkut keterlibatan warga negara di dalam kegiatan-kegiatan sosial secara sukarela dan trust antar-sesama warga negara.

Dalam studi tentang demokrasi, civil society merupakan faktor yang dipercaya sangat penting untuk memperkuat demokrasi (Putnam, 1993; Schimitter, 1995). Civil society dipercaya memperkuat political engagement, dan pada gilirannya political engagement memperkuat partisipasi masyarakat yang merupakan inti dari demokrasi (Verba, Schlozman, and Brady, 1995, dalam Mujani 2002). Sementara itu, civil society sendiri banyak ditentukan oleh kehidupan keagamaan tertentu dan oleh faktor sosial-ekonomi (Verba, Schlozman, dan Brady, 1995; Tocqueville, 2000, dalam Mujani, 2002).

Berangkat dari permasalahan di atas itulah, maka PATTIRO Serang memandang perlu untuk memperkuat peran dan partisipasi masyarakat dalam kebijakan publik. PATTIRO Serang hadir dengan memperkuat kapasitas kelembagaan untuk mengusung partisipasi masyarakat yang dikonsentrasikan pada pengambangan partisipasi publik, pendidikan, gender, penelitian, pelatihan, advokasi dan pengembangan jaringan. PATTIRO Serang hadir sebagai lembaga pengkajian, Advokasi dan pengambangan partisipasi publik.

B.                 VISI

Mendorong terwujudnya masyarakat yang kritis, partisipatif, dan sadar mengenai hak-haknya dalam penyelenggaraan kebijakan publik daerah dan mengerti terhadap perannya melalui kajian, pelatihan dan penyediaan informasi sehingga terwujudnya tatanan masyarakat warga (civil society) di tingkat akar rumput yang mampu menganalisis, mengakses dan mengontrol lingkungan faktor pengaruh yang dihadapi serta mampu berinteraksi internal dan eksternal sebagai perwujudan atas terciptanya self governance.

C.                MISI

  1. Memberdayakan potensi masyarakat atas prakarsa sendiri dalam kehidupan sosial-budaya dan politik serta memperkokoh perekonomian masyarakat dengan berlandaskan supremasi hukum.
  2. Mengimplementasikan otonomi daerah dengan mengedepankan partisipasi masyarakat yang seluas-luasnya dalam pengambilan keputusan, mendorong transparansi, responsif terhadap aspirasi yang berkembang serta terpenuhinya asas akuntabilitas publik.
  3. Membangun jaringan kerja dan komunikasi antar peminat dan praktisi pengembangan partisipasi masyarakat.
  4. Memfasilitasi inovasi pendekatan partisipatif untuk mendukung kemampuan akses dan kontrol masyarakat terhadap sumberdaya serta mengembangkan hubungan mutualistik dengan dunia luar.
  5. Memfasilitasi usaha-usaha pengembangan sumberdaya manusia melalui kegiatan-kegiatan belajar bersama, pertukaran pengetahuan dan pengalaman.
  6. Melakukan kajian-kajian dan advokasi terhadap kebijakan di tingkat pusat dan daerah.
  7. Memlakukan usaha-usaha meningkatkan mutu pendidikan baik formal maupun non formal, umum maupun agama dengan membangun pola kerjasama dengan pijhak-pihak terkait seperti Dinas Pendidikan, Departemen Agama baik pusat maupun daerah.

D.                Status Hukum Lembaga PATTIRO Serang

Lembaga PATTIRO Serang secara otonom berdiri  tahun 2005, dengan Nama Lembaga adalah  Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO) Serang-Banten, Notaris Veronika Sri Hartati, SH. No : 34 Tanggal : 30 Agustus 2004.

  1. E. Alamat Kantor

Link Ciwaktu Lor RT 02/5B Kelurahan Sumur Pecung Serang-Banten 42118,Cp: 0818771215,081911102798

E-mail: pattiro_serang@yahoo.com

·        SUSUNAN PENGURUS

Direktur                                                   : Fatchurrahman

Direktur Pelaksana                                : Muhamad Nasehudin

Manager Admin dan Keuangan          : Neng Sunani

Manager  Penelitian                                          : Tofur Busthomy

Manager Pendidikan dan Pelatihan   : M. Insan Maliki

Manager Pengembangan Jaringan      : Nasrullah

Manager Pengembangan Media         : M. Sofyan

Manager Pengembangan Gender        : Juhaeriah,

Ida Mursida

Manager Advokasi                                : Eni Diana

Volunteers                                              : Saifullah

Jahari

Samudi

Ari Setiawan

B.                 DESKRIPSI TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

  1. 1. Direktur
  • Bertugas memimpin dan mengarahkan seluruh kebijaksanaan, perencanaan dan pelaksanaan program lembaga
  • Bersama Manager Divisi melakukan pengendalian, pengawasan dan evaluasi program
  • Bertanggung jawab mengembangkan baik intern maupun extern lembaga
  • Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak luar baik pemerintah maupun lembaga lain
  • Menandatangani, menerima dan memberikan intruksi pengeluaran dana untuk kepentingan lembaga sesuai dengan keperluan
  • Mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan program lembaga melalui divisi-divisi terkait
  • Berhak melakukan teguran-teguran kepada divisi-divisi lembaga yang dianggap wan prestasi
  • Direktur berhak memakai fasilitas-fasilitas lembaga sesuai dengan ketentuan lembaga
  1. 2. Direktur Pelaksana
  • Melaksanakan tugas–tugas direktur dalam kerja harian Pattiro  yang sifatnya teknis.
  1. 3. Divisi Kajian dan Advokasi

Divisi Kajian dan Advokasi bertanggung jawab mengkordinasikan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi tentang program-program.

  • Pendidikan dan latihan (DIKLAT) terutama dalam menentukan model-model metodologi dan pengembangannya.
  • Mengadakan penelitian dalam rangka khazaanah ilmu pengertahuan.
  • Kajian, diskusi, seminar dan workshop tentang model-model pengembangan masyarakat.
  • Melakukan pelatihan advokasi serta menangani kasus-kasus di masyarakat.
  • Secara khusus bersama divisi administrasi bertanggung jawab terhadap pengembangan perpustakaan dan pengembanganh metodologi action research, zoop dan PRA
  • Melakukkukan pelaksanaan  dan pengembangan staf serta kerja sama program dengan pihak-pihak lain .
  • Berhak menggunakan fasilitas lembaga sesuai dengan ketentuan-ketentuan lembaga

3. Divisi Penelitian

Divisi Penelitian bertanggungjawab mengkordinasikan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi tentang program-program.

–                                       Penelitian terutama dalam menentukan model-model atau metodologi serta target dan pengembangannya.

–                                       Mengadakan penelitian dalam rangka khazaanah ilmu pengertahuan.

–                                       Melakukan kajian , diskusi, terhadap masalah-masalah social kemasyarakatan dan merumuskan issue-isue strategis untuk kemudian dilanjutkan dalam bentuk program.

–                                       Melakukan pelatihan dan advokasi serta menangani kasus-kasus di masyarakat.

–                                       Secara khusus bersama divisi administrasi bertanggung jawab terhadap pengembangan perpustakaan dan pengembanganh metodologi action research, zoop dan PRA

–                                       Melakukkukan kerjasama dan pengembangan program dengan pihak-pihak lain .

–                                       Berhak menggunakan fasilitas lembaga sesuai dengan ketentuan-ketentuan lembaga

4.   Divisi Pendidikan dan Pelatihan

Divisi Pendidikan dan Pelatihan bertanggung jawab mengkordinasikan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi tentang program-program.

–                                             Pendidikan dan latihan (DIKLAT) terutama dalam menentukan modsel-model pendidikan  dan metodologi serta pengembangannya.

–                                             Mengadakan penelitian dalam rangka khazaanah ilmu pengertahuan.

–                                             Kajian, diskusi, seminar dan workshop tentang model-model pengembangan masyarakat.

–                                             Melakukan pelatihan advokasi serta menangani kasus-kasus di masyarakat.

–                                             Secara khusus bersama divisi administrasi bertanggung jawab terhadap pengembangan perpustakaan dan pengembanganh metodologi action research, zoop dan PRA

–                                             Melakukkukan kerjasama dan pengembangan program dengan pihak-pihak lain .

–                                             Berhak menggunakan fasilitas lembaga sesuai dengan ketentuan-ketentuan lembaga

  1. 5. Divisi Jaringan

1. Divisi Jaringan bertugas dan bertanggung jawab melakukan dan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan, perencanaan, pelaksanaan dan mengkoordinasikan kegiatan-kegaitan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pada program-program :

Pemanfaatan potensi  SDM dan masalah-masalah peningkatannya.

–                                                         Penerapan, penyebaran dan pengembangan tekhnologi tepat guna dan industri kecil.

  1. mengembangkan forum belajar bersama masyarakat, dengan menetapkan beberapa metode pendekatan terutama melaui kelompok-kelompok swadaya masyarakat.
  2. melakukan kontak dan kerja sama program  dengan pihak lain
  3. mempertangguingjawabkan seluruh kegiatannya pada direktur
  4. berhak menggunakan fasilkitas lembaga sesuai dengan ketentuan-ketentuan lembaga
    1. 6. Divisi Gender
    2. Divisi gender bertugas dan bertanggung jawab melakukan dan mengkoodinasikan kegiatan-kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pada program-program yang bersifat gender:

–                                                         Mengadakan pembinaan dan pengembangan pada kelompok-kelompok  masyarakat

–                                                         Mengadakan pembinaan dan jaringan kerjasama kelompok gender dengan pihak luar untuk mendukung program lembaga.

–                                                         Secara khusus bertanggung jawab mengembangkan kajian perempuan melalui KSM-KSM

  1. mempertangguingjawabkan seluruh kegiatannya pada direktur
  2. berhak menggunakan fasilkitas lembaga sesuai dengan ketentuan-ketentuan lembaga
  1. 7. Divisi Administrasi Dan Keuangan
  2. Bertugas dan bertangung jawab atas terlaksananya tertib administrasi kantor, keuangan, surat-surat menyurat dan administrasi kepegawaaian.
  3. Merencanakan, mengendalikan anggaran lembaga bersama direktur dan Divisi yang bersangkutan .
  4. mengurus semua masalah keuangan sampai tuntas baik untuk intern maupun ekstern lembaga
  5. Bersama divisi pelatihan dan advokasi bertanggung  jawab untuk pengembangan dan pengelolaan perpustakaan.
  6. bertanggung jawab terhadap inventaris  lembaga dan kerumahtanggan
  7. mempertangguingjawabkan seluruh kegiatannya pada direktur
  8. berhak menggunakan fasilkitas lembaga sesuai dengan ketentuan-ketentuan lembaga

Bab III

STRATEGI DAN PENGEMBANGAN PROGRAM

PATTIRO SERANG

1.                              RUANG LINGKUP PROGRAM

Ruang Lingkup Program PATTIRO SERANG saling berkait satu sama lain yang semuanya bermuara pada Proses Partisipasi Masyarakat dalam Kebijakan Publik dan  Kesejahteraan Masyarakat. Adapun ruang lingkup program tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Pengembangan Advokasi dan Pelatihan dengan program :

ü                                          Pendidikan dan penelitian baik formal maupun non formal

ü                                          Diskusi, penelitian, loka karya, semianar, symposium

ü                                          Job training

ü                                          Pemberdayaan pada sector ekonomi, social, dan pendidikan bagi masyarakat yang tidak mampu khususnya masyarakat pedesaan.

  1. Program Pelatihan

ü                                          Pelatihan pengurus dan staff lembaga dalam rangka meningkatkan kualitas staff baik melaui lembaga maupun instansi.

ü                                          Pelatihan masyarakat (pelatihan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masayarakat )

ü                                          Kesejahteraan hidup

ü                                          Meningkatkan income generating masyarakat

ü                                          Meningkatkan lingkungan bersih pengendalian dan pemanfaatan limbah

ü                                          Peningkatan sumber daya alam

ü                                          Meningkatkan gizi masyarakat (bekerja sama dengan lembaga international )

ü                                          Data Base

ü                                          Sebagai Data Base informasi mengenai propinsi Banten

ü                                          Menyediakan data-data penelitian baik oleh lembaga atau instansi lain.

B.  WILAYAH OPERASI PATTIRO SERANG

PATTIRO Serang sebagai lembaga swadaya yang didirikan dan berdudukan di Serang Propinsi Banten beroperasi menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Namun saat ini konsentrasi di wilayah Propinsi Banten, seperti Kabupaten Serang dan Kota Serang.

C.  ARAH ORIENTASI PROGRAM LEMBAGA

  1. mengoptimalkan kerja kepengurusan dengan hak dan kewajiban yang lebih baik dan tetap dalam jaringan program yang terkait satu sama lain.
  2. terbentuknya forum jaringan dan kajian dengan sasaran peningkatan sumber daya manusia sekaligus sebagi pembibitan staff/regenerasi dari kajian strategi program
  3. perluasan mitra kerja baik local, regional, nasional, international dengan maksud sebagai wahana belajar bersama, berbagi pengalaman maupun kerja sama yang mengacu pada efektif dan efisiensi program.
  4. peningkatan kualitas dan kuantitas program sebagai sasaran perluasan realisasi visi kelembagaan
  5. peningakatan wawasan sebagi wahana menumbuhkembangkan semangat baik ideology keilmuan dan pengabdian masayarakat.

D.  STRATEGI PENGEMBANGAN PATTIRO SERANG

  1. Memperjelas mekanisme program lembaga untuk memfungsikan kepengurusan secara optimal.
  2. berusaha merealisisir unit-unit usaha sendiri dalam rangka mengikis ketergantungan dan menciptakan kemandirian lembaga.
  3. Mengefektifkan forum kajian program dalam rangka meningkatan wawasan, studi keilmuan, pengembangan jaringan dan regenerasi kualitas staff.

E.  AGENDA KERJA LEMBAGA

  1. Penyusunan Direktori Pendekatan Pembangunan Partisipasi

Menginventarisasi lembaga yang mengembangkan konsep dan praktek partisipasi masyarakat ke dalam suatu direktori 3P (Pendekatan Pembangunan Partisipasi) untuk berbagi pengalaman dan potensi.

  1. Kajian Kebijakan

Menganalisis kebijakan pusat dan daerah yang berkaitan dengan pengembangan masyarakat.

  1. Publikasi
    Menyediakan sarana informasi dalam rangka penyebarluasan pengalaman pemberdayaan partisipasi masyarakat baik di dalam maupun di luar negeri.
  2. Pertemuan  Forum

Media tukar pengalaman antar anggota forum guna membahas berbagai isu yang berkembang dalam konteks pengembangan partisipasi masyarakat. Pertemuan ini dihadiri oleh wakil- wakil dari masyarakat, LSM, perguruan tinggi, pemerintah maupun perusahaan.

  1. Lokakarya Nasional

Media dialog untuk membangun konsepsi tentang proses dan hasil pengembangan partisipasi. Lokakarya ini diselenggarakan setahun sekali.

  1. Kajian Metodologi

Mengkaji metodologi dalam konsep dan praktek pengembangan partisipasi masyarakat untuk dikembangkan sesuai dengan potensi, hambatan dan masalah yang ada di masyarakat.

  1. Dukungan Program Aksi

Mendukung berbagai kegiatan program aksi yang telah dilakukan oleh partisipan dalam pengembangan partisipasi masyarakat dalam berbagai bentuk, misalnya magang, pelatihan, dokumentasi proses dll.

F.                  BENTUK KEGIATAN

  1. Focus Group Discussion : yang menyelenggarakan diskusi, seminar dan sarasehan.
  2. Reserche Associate :  yang menyelenggarakan penelitian dengan bekerja sama dengan berbagai lembaga penelitian dan pengembangan.
  3. Empowerment : yang secara langsung melakukan pendampingan Masyarakat, Legislatif dan Eksekutif dalam rangka Otonomi Daerah.
  4. Publication : menerbitkan buku, jurnal, News Letter.

Bab  IV

PEGALAMAN KEGIATAN LEMBAGA

Sejak berdirinya lembaga ini telah banyak pengalaman yang selama kurun waktu ini berabagai kegiatan telah dilaksanakan baik dari pendampingan masyarakat, training hingga penelitian-penelitian. Adapun kegiatan-kegiatan tersebut antara lain :

  1. Penelitian tentang Kesiapan Masyarakat dalam Pengawasan Kebijakan Publik  pada Otonomi Daerah
  2. Workshop dan sekaligus Identifikasi Masalah-masalah Daerah Serang
  3. Diskusi dengan kelompok jaringan tentang Kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dalam penyelengaraan otonomi daerah
  4. Diskusi publik tentang partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah pada otonomi daerah
  5. Pelatihan Manajemen Keorganisasian dan leadership, sebagai upaya penguatan kapasitas personal organisasi
  6. Seminar dengan tema: Peluang kerja bagi masyarakat pada era otonomi daerah
  7. Melakukan kajian-kajian terhadap masalah daerah yang muncul di Serang
  8. Melakukan penguatan jaringan, dengan banyak silaturrahmi dan diskusi dengan institusi yang ada di daerah Serang
  9. Diskusi publik dan sekaligus investigasi masalah-masalah masyarakat, dengan kelompok-kelompok masyarakat, seperti para petani, buruh, nelayan dan praktisi pendidikan, serta masalah-masalah lain.
  10. Mengikuti pelatihan advokasi kebijakan di Insis Jogjakarta, sebagai upaya pembekalan dalam melaksanakan program
  11. Mengikuti pelatihan Tehnology of Partisipation (TOP) yang diselenggarakan oleh The Ford Fondation, The Asia Fondation, Yayasan Kesuma dan Pemda DKI Jakarta.
  12. Sedang melakukan program “Menggagas Perda Inisiatif” tentang kesejahteraan guru honorer di Serang.
  13. Menyelenggarakan Pelatihan Strategic Planning, kerjasama PATTIRO Serang dengan Yayasan TIFA Fondation
  14. Menyelenggarakan pelatihan Fundraising yang diselenggarakan oleh yayasan TIFA, LSPB dengan PATTIRO.
  15. Melakukan Penelitian tentang Otda pada Program IRDA (Indonesian Rapid  Development Appraisal) di Kabupaten Serang putaran II. Kerjasama IPGI, TAF, dan PATTIRO Serang
  16. Melakukan Penelitian IRDA  putaran III di Kabupaten Serang kerjasama PATTIRO, IPGI dan TAF.
  17. Melakukan  Penelitian tentang Kesejahteraan Guru Honorer di Kabupaten Serang, (Khusus PATTIRO).
  18. Memfasilitasi Guru Honorer dalam Program Pengajuan Perda Inisiatif tentang Guru Honorer.
  19. Membuatkan Naskah Akademik untuk Pengajuan Perda Guru Honorer di Serang
  20. Membuatkan Naskah Raperda Guru Honorer di Kabupaten Serang.
  21. Mengikuti Lokakarya Nasional Forum Warga di Jogja karta, kerja sama The Ford Fondation, Lakpesdam dan Kaukus 17+++
  22. Mengikuti Pelatihan Analisis Sosial di Jakarta, kerjasama Lembaga Penelitian UI dan TIFA
  23. Mengikuti Lokakarya Nasional LSM di Bandung, kerjasama SAWARUNG dan TIFA
  24. The Ford Foundation, dalam tiga program : (a) Penelitian Kesiapan Masyarakat dalam Pengawasan Kebijakan Publik Daerah pada OTDA,  (b) Penguatan Kapasitas Masyarakat pada proses partisipasi dalam kebijakan publik daerah. Dan (c) Penguatan Partisipasi Masyarakat dalam Kebijakan Publik Daerah.
  25. The Asia Foundation, dalam program IRDA kerjasama dengan IPGI Nasional.
  26. TIFA Foundation, dalam program Pelatihan Fundraising dan Strategik Planning.
  27. PATTIRO Jakarta dalam program diskusi dan pelatihan-pelatihan.
  28. The Asia Fondation, kerjasama PIRAC Jakarta dan PATTIRO Serang dalam Kegiatan  Seminar : Menyoal Transparansi dan Akuntabilitas LSM.
  29. Yayasan Cermin Kita Jakarta, dalam program Diskusi pembahasan Naskah Akademik dan Raperda Guru Honorer.
    1. Dinas Sosial Propinsi Banten dalam Program Pelatihan dan Pendampingan Pedagang asongan.
    2. Care International/Aman Tirta/Air Rahmat Program Mobilisasi Masyarakat di Kabupaten Serang.
Lembaga Funding yang terlibat dalam kegiatan dilaksanakan :

Bab V

MANAJEMEN

i. MANAJEMEN PATTIRO SERANG
  1. PATTIRO SERANG dikelola berdasarlkan AD/ART yayasan
  2. Mekanisme kerja staff digambarkan dalam bentuk organsiasi dan diarahkan untuk memperkuat kerja lapangan
  3. Asset lembaga digunakan pemanfaatannya untuk menumbuhkembangkan program.
  4. Lembaga PATTIRO SERANG terbuka untuk siapa saja yang mempunyai program  untuk megembangkan masyarakat
  5. Manajemen PATTIRO SERANG diarahkan pada peningkatan Sumber Daya Manusia , kemandirian, disiplin pribadi, disiplin organisasi, wawasan keilmuan, dan peningkatan harkat dan martabat manusia serta selalu mejaga kepemimpinan kolektif.
ii. WAKTU JAM KANTOR

·                    Setiap staff masuk kerja minimal 40 jam dalam satu minggu

·                    Hari kerja mulai hari senin sampai Sabtu

·                    Jam Kerja mulai jam 08.30 sampai dengan 16.00 WIB

Pegiat/Staf PATTIRO Serang, E-mail: pattiro_serang@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s