Budidaya Pertanian

 

PROPOSAL

 

 

 

Sebagai Usaha Bersama Komunitas Petani untuk

Menciptakan Budidaya Pertanian yang Efisien,

Menguntungkan, Berkelanjutan dan

Ramah Lingkungan

 

 

 

 

 

 

Disampaikan oleh

 

 

 


 

 

 

 

 

Kelompok Kerja RAMES

Yogyakarta 2007

 

 

 

 

 

 

Sekretariat : Dusun Pedak, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.

KONTAK PERSON : Japrak HAES 0818970205

 

I. JUDUL KEGIATAN

 

Model pertanian terpadu dengan mendirikan instalasi pupuk organik berbahan baku limbah pertanian dan peternakan sebagai Usaha Bersama Komunitas Petani untuk Menciptakan Budidaya Pertanian yang Efisien, Menguntungkan, Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan dengan tema Semangat Petani Indonesia.

 

 

II. TENTANG KOMUNITAS PENGAJU

 

KOMUNITAS RAMES adalah kelompok kerja yang bergerak dalam bidang pengembangan agribisnis, ekonomi kerakyatan, serta aktif dalam kegiatan sosialisasi dan pengembangan pertanian organik dan berdiri di Yogyakarta sejak tahun 1997.

 

 

III. TUJUAN KEGIATAN

 

Model pertanian terpadu ini adalah sebuah unit percontohan bagaimana melakukan sebuah usaha agribisnis yang memadukan budidaya pertanian dan peternakan untuk mencapai efisiensi biaya serta meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian dan peternakan, yang pada akhirnya bisa menaikkan taraf hidup masyarakat petani Indonesia. Tujuan akhirnya, komunitas petani akan bisa memproduksi pupuk organik sendiri, mengelola usaha itu secara profesional, kemudian membeli dan memakainya sendiri. Selain efisiensi biaya pertanian bisa tercapai dan hasil panen meningkat, petani mendapat pembagian keuntungan dari hasil penjualan pupuk mereka sendiri. Selain itu, usaha ini bisa menaikkan harga hasil panen komunitas petani yang telah masuk dalam kategori produk pangan sehat atau organik.

 

 

 

 

 

 

IV. LATAR BELAKANG

 

Keadaan Saat Ini ;

 

Dalam era globalisasi lingkungan dewasa ini kita dihadapkan pada suatu dilema antara pemenuhan kebutuhan pangan dan sandang yang terus meningkat, serta upaya untuk rehabilitasi dan melestarikan sumber daya alam. Pada sisi lain, peningkatan jumlah penduduk yang relatif cepat memaksa pemerintah mengambil jalan pintas untuk meningkatkan produksi berbagai komoditas pertanian, antara lain dengan pemakaian pupuk dan pestisida kimia.

 

Sistem usaha intensifikasi pertanian semacam ini memang berguna untuk memacu proses mineralisasi atau perombakan bahan organik, akan tetapi konsekuensinya kandungan bahan organik tanah menurun drastis sehingga kemampuan tanah untuk mendukung ketersediaan air, hara dan kehidupan biota cenderung terus menurun. Dengan demikian tanah menjadi padat, keras dan peka erosi, yang mengakibatkan pertumbuhan akar tanaman dan kehidupan tanah yang menguntungkan menjadi terganggu.

 

Hal ini sendiri telah berlangsung lama sejak dimulainya revolusi hijau pada sekitar tahun 70-an dan menjadi suatu keterlanjuran yang parah dan menghasilkan akibat seperti sekarang ini, yaitu terjadi kerusakan dan penurunan tingkat kesuburan tanah yang menghawatirkan. Sedangkan mahalnya harga dan kelangkaan pupuk menjadi permasalahan tersendiri yang tak kalah serius dan akhirnya hanya menjadikan petani dan masyarakat sebagai korban yang tak berdaya.

 

Pupuk yang menjadi salah satu input utama di bidang pertanian akhirnya menjadi masalah yang serius: sudah mahal pun susah dicari. Sementara itu tanah yang sudah terlanjur rusak dan bergantung pada pupuk kimia hanya menghasilkan produktivitas yang sangat terbatas dan produk pertanian yang tidak sehat karena kandungan kimianya yang sangat tinggi. Keterpurukan petani bertambah lagi dengan nilai jual hasil panen yang rendah dan tidak bisa diterima di pasar internasional yang dewasa ini sangat ketat dalam pengawasan masalah residu kimia hasil pertanian.

 

Mengapa Usaha ini Harus Diwujudkan ;

 

Melihat kondisi masyarakat petani yang tidak berdaya dan kondisi alam yang semakin rusak saja, sebuah upaya yang memandirikan, memberdayakan, berbasis komunitas dan sekaligus ramah lingkungan sangat perlu diwujudkan.

 

Dengan Model Pertanian Terpadu ini, instalasi produksi pupuk organik bisa didirikan dengan bahan baku yang berasal dari limbah pertanian dan peternakan. Maka diharapkan masalah petani dalam memperoleh pupuk dapat teratasi. Sedangkan harga pupuk menyesuaikan kemampuan keuangan petani.

 

Komunitas petani sebagai pemilik usaha instalasi pupuk ini harus mengelolanya secara profesional. Mereka juga berhak mendapatkan informasi kondisi liquiditas usahanya serta mendapat dividen dari keuntungan instalasi pupuk tersebut.

 

Menyusul juga tsunami di Aceh, Sumatera, gempa bumi di DIY, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, banjir di Sulawesi, Kalimantan, dan lain-lain yang berakibat terhentinya berbagai usaha pertanian, kegiatan ini bisa dijadikan momen untuk melakukan gerakan nyata, yaitu mewujudkan iklim pertanian di Indonesia (–daerah pertanian–) yang efisien, menguntungkan, berkelanjutan, ramah lingkungan, sehat, ekonomis, produktif serta mandiri. Ini berarti juga mensukseskan program GO ORGANIC 2010 yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

V. DESKRIPSI KEGIATAN

 

Ide pokok dari Model Pertanian Terpadu adalah terintegrasinya kegiatan pertanian, perkebunan, peternakan dan pasca panen, baik panen di bidang pertanian maupun peternakan, seperti di jelaskan oleh skema di bawah ini:

 

 

PETERNAKAN RAKYAT

 

Pemanfaatan limbah ternak sapi sebagai bahan baku pupuk. ini memberi nilai tambah bagi petani dari pen-jualan urine dan fases sapi

 

PASAR KOTA

 

 

Pemanfaatan limbah organik pasar yang berupa sayuran dan buahan, yang berarti memberikan nilai tambah kepada kebersihan kota 

 

PERTANIAN

 

 

Pemanfaatan limbah pertanian, jerami, tongkol jagung, akar kacang tanah dsb sebagai bahan baku


 

RUMAH PRODUKSI

PUPUK ORGANIK RAKYAT

 

Menghasilkan pupuk organik rakyat yang ramah lingkungan dan ramah petani dengan harga yang terjangkau dan mutu terjamin yang siap untuk mensukseksan gerakan GO Organic 2010, yang bertujuan pada:



 

 


 

 

 

 

 

 

Komponen yang Terlibat di dalam Kegiatan ;

 

Komponen yang terlibat di dalam kegiatan yaitu organisasi tani yang sudah mempunyai anggota tetap. Lingkup jangkauan kelompok tani ini bisa satu atau dua kecamatan atau lebih, bahkan organisasi petani di tingkat kabupaten. Direncanakan para anggota kelompok petani tersebut nantinya selain menjadi pemilik usaha pupuk ini juga akan menjadi konsumen pupuk dari instalasi milik mereka sendiri ini.

 

Para peternak sapi, kambing, kerbau dan kelinci berperan sebagai penghasil bahan baku pupuk, Karena bahan baku utama pupuk yang akan diproduksi ini adalah kotoran padat dan urine hewan ternak. Pada kenyataannya, para peternak ini biassanya juga petani, sehingga tentu saja kegiatan berternak dan bertani akan saling berkesinambungan.

 

Komunitas Rames sebagai penanggungjawab, manajemen proyek, penjaga pengendali kualitas pupuk, pendamping petani ketika memproduksi pupuk, dan ketika melaksanakan sistem pertanian organik. Komunitas Rames juga mengupayakan pasar hasil panenan petani yang kapasitas dan kualitasnya sudah menuju kategori hasil pertanian organik. Mengupayakan dan memperluas jaringan petani yang mau mengembangkan dan melaksanakan sistem bertani organik. Keuntungan dari kegiatan ini yang diperoleh oleh Komunitas Rames adalah program yang dikembangkan mendapat sambutan dan dilaksanakan oleh petani, dan secara finansial akan mendapatkan fee dari berbagai usaha yang tumbuh di komunitas petani.

 

Lokasi Kegiatan ;

 

Model Pertanian Terpadu ini bisa dibangun di berbagai wilayah di Indonesia yang memiliki lahan pertanian luas dengan fasilitas pengairan yang memadai.

 

 

 

 

 

Hasil Keuntungan dan Siapa yang Menerima ;

 

Komunitas petani yang akan memiliki unit instalasi pupuk sendiri, mendapat keuntungan dari laba penjualan pupuk, bisa memperoleh pupuk murah dan hasil budidaya pertanian yang sehat dan ramah lingkungan.

 

Peternak akan teruntungkan karena feses dan urine akan dibeli oleh instalasi pupuk. Pada kenyataannya, para peternak ini juga petani, sehingga keuntungan mereka akan berlipat ganda, yaitu dari penjualan limbah ternak mereka yang kemudian diolah untuk dibuat pupuk murah untuk sawah mereka sendiri.

 

Komunitas Rames sebagai penanggungjawab, manajemen proyek, penjaga pengendali kualitas pupuk, pendamping petani ketika memproduksi pupuk, dan ketika melaksanakan sistem pertanian organik. Komunitas Rames juga mengupayakan pasar hasil panenan petani yang kapasitas dan kualitasnya sudah menuju kategori hasil pertanian organik. Mengupayakan dan memperluas jaringan petani yang mau mengembangkan dan melaksanakan sistem bertani organik. Keuntungan dari kegiatan ini yang diperoleh oleh Komunitas Rames adalah program yang dikembangkan mendapat sambutan dan dilaksanakan oleh petani, dan secara finansial akan mendapatkan fee dari berbagai usaha yang tumbuh di komunitas petani.

 

Perhatian pada Sosial dan Lingkungan ;

 

Seperti diketahui bahwa sekarang ini kandungan organik pada tanah pertanian kita sudah amat tipis dan terjadi degradasi lahan pertanian. Hal tersebut dikarenakan selama ini kita kemudian mengabaikan proses-proses alami yang melandasi perkembangan pertanian modern.

 

Pertanian yang berasaskan industri hanya menitikberatkan pada aspek kimia, fisika dan mekanika dalam menghasilkan bahan, sementara potensi dan kemampuan proses alaminya ditinggalkan. Akibatnya adalah tanah pertanian kita menjadi rusak, tidak produktif, sangat tergantung dengan sarana produksi kimia, tanah menjadi tidak sehat, dan produktifitsnya juga menurun drastis.

 

Jika ini berlangsung terus-menerus jelas akan mempengaruhi kondisi lingkungan kita. Maka upaya yang paling direkomendasikan untuk pemulihan kualitas tanah dan lingkungan pertanian antara lain dengan penerapan sistem pertanian organik pada kegiatan budidaya pertaniannya.

 

Dengan mengembangkan pertanian organik, nantinya akan dihasilkan produk pangan sehat yang bebas dari residu kimia. Selanjutnya, bila masyarakat sudah mengkonsumsi pangan yang sehat, diharapkan secara sosial masyarakat akan sehat, cerdas dan mempunyai kepedulian tinggi pada lingkungan. Jika harapan ini tercapai maka masyarakat akan makmur, bahagia dan sejahtera.

 

Partisipasi Komunitas ;

 

Seperti diketahui bahwa Komunitas Rames bercita-cita mewujudkan pertanian sehat dan berkesinambungan secara sosial dan lingkungan. Salah satu wujudnya adalah dengan merangkul berbagai komunitas petani untuk mendirikan Instalasi Pupuk Organik Cair di berbagai wilayah di Indonesia dan membina masyarakat petani untuk bertanam secara organik. Ini dilakukan sebagai upaya keberdayaan petani dan mendekatkan pupuk organik kepada petani.

 

Peran Komunitas ;

 

Komunitas Rames kerjasama dengan mitra kerja dengan melakukan ;

 

  • Sosialisasi dan penyuluhan kepada kelompok-kelompok tani setempat mengenai tema pengembangan pertanian organik.
  • Mengadakan pelatihan Mengenal Pupuk dan praktek pembuatan pupuk, organik padat dan cair, dilengkapi dengan pembuatan pestisida organik.
  • Melakukan demplot percobaan efektivitas pupuk di berbagai tempat di wilayah kelompok tani calon mitra kerja.
  • Melakukan kerjasama dengan mitra kerja untuk mendirikan Instalasi Pupuk Organik.

 

Apabila Komunitas Rames dipercaya menjalankan kegiatan yang diusulkan ini, dana untuk pembiayaan kegiatan-kegiatan ini diusulkan sbb:

 

  • Biaya untuk kegiatan sosialisasi dan penyuluhan bertani secara organik, dalam hal ini berupa pembuatan media penyuluhan seperti gambar-gambar, poster, memproduksi film CD Tutorial mengenai pertanian organik.
  • Biaya untuk pelatihan peningkatan sumberdaya petani, agar petani tergerak dan sadar untuk melakukan budidaya bertani yang ramah lingkungan.
  • Biaya untuk melakukan demplot, uji coba efektivitas pupuk di tanaman, dengan menanam komoditas pertanian yang bernilai ekonomis tinggi.
  • Biaya untuk mendirikan instalasi produksi pupuk organik padat dan cair, termasuk juga pembelian dan pembuatan kandang sapi yang limbahnya digunakan sebagai bahan baku pasti pada instalasi pupuk tersebut.
  • Biaya untuk membeli sebagian hasil panen para petani.
  • Biaya untuk berternak sapi perah yang baik, sebagai penyedia bahan baku pupuk dan juga model percontohan pemeliharaan sapi perah.
  • Rencana Keuangan dan Anggaran (dilampirkan)

 

 

VI.    KEBERLANJUTAN DAN PEMBANGUNAN KAPASITAS

 

Keberlanjutan Lembaga ;

 

Unit Instalasi Pupuk Organik Cair yang diusukan ini akan dijadikan sebagai sebuah unit badan usaha yang dimiliki secara bersama-sama antara Kelompok Tani, Komunitas Rames, dan lembaga Pemberi dana/pemodal.

 

Proyek ini akan dijalankan dan menjadi aktivitas bersama antara Kelompok Tani dan Komunitas Rames. Kelompok Tani menjadi pelaksana langsung kegiatan usaha, sedangkan Komunitas Rames melakukan pendampingan kepada petani dalam mengaplikasikan kegiatan pertanian ramah lingkungan serta sebagai lembaga yang bertanggungjawab di kualitas mutu produk pupuk organik cair yang dihasilkan oleh unit Instalasi pupuk termaksud. Sedangkan pihak pendonor dana akan berperan sebagai komanditer pasif.

 

Apabila unit instalasi ini dikelola secara benar dengan manajemen yang standar (profesional), pasti kegiatan ini akan berlanjut sebagai unit usaha yang dimiliki petani. Selain itu apabila seluruh petani anggota kelompok menggunakan pupuk produk sendiri dengan membelinya, pasti program ini akan menjadi sebuah unit usaha yang nyata, kuat dan merupakan usaha yang berbasis komunitas.

 

Biaya Pengoperasian dan Perawatan ;

 

Diusulkan semua biaya untuk Program Pertanian Terpadu dengan Pendirian Unit Instalasi Pupuk Organik Cair ini, serta biaya operasional selama satu tahun akan dimintakan kepada Lembaga Donor. Setelah satu tahun, unit instalasi ini ditargetkan sudah menjadi unit usaha yang mandiri yang mampu membiayai segala biaya operasional dan perawatan dan mampu memberi gaji yang layak bagi para pekerjanya.

 

Manajemen Aset ;

 

Unit instalasi pupuk ini dijalankan sebagai badan usaha bersama oleh organisasi kelompok tani, Komunitas Rames, dan penyandang dana. Aset instalasi akan dikelola, dipelihara dan ditingkatkan untuk mendukung pengembangan kapasitas instalasi. Pendampingan dari Komunitas Rames selama satu tahun. Setelah satu tahun dan setelah usaha bisa mandiri, peran kelompok tani akan ditingkatkan dalam wilayah teknis dan manajemen, sehingga mereka akan lebih berdaya.

 

Pelatihan dan Pembangunan Kapasitas Sumber Daya Manusia ;

 

Salah satu kegiatan yang dikembangkan di dalam unit instalasi pupuk ini adalah berbagai pelatihan, antara lain Pelatihan Peningkatan Kemampuan Manajerial para pengelola usaha, dan Pelatihan Peningkatan Pemahaman Bertani Organik bagi anggota kelompok tani pemilik unit usaha instalasi pupuk organik ini.

 

Dengan berbagai pelatihan ini, kemampuan mengelola usaha secara profesional dan pemahaman dan kesadaran petani akan budidaya pertanian organik akan dicapai. Lebih jauh, dengan adanya peningkatan pemahaman tersebut, secara tidak langsung diharapakan akan meningkatkan kapasitas pasar dan pemasaran pupuk yang diproduksi oleh instalasi tersebut.

 

 

VII.    LATAR BELAKANG DAN PENGALAMAN LEMBAGA

 

Komunitas Rames telah selama sepuluh tahun konsisaten dalam menggeluti kegiatan penyuluhan peningkatan pemahaman mengenai bertani secara ramah lingkungan bagi para petani. Seiring dengan itu, telah dilakukan pengembangan mengenai budidaya pertanian secara ramah lingkungan, pembuatan demplot-demplot pertanian organik, dan di beberapa tempat mendirikan unit instalasi produksi pupuk organik cair yang berbahan baku limbah pertanian, perkebunan dan peternakan.

 

Dari kegiatan tersebut telah bermunculan kelompok-kelompok tani yang sudah memulai kegiatan bertani secara organik. Oleh Karenanya kami merasa pantas untuk melakukan kegiatan seperti yang kami usulkan di dalam proposal ini, karena kami sudah cukup membuktikan dengan kegiatan kami tersebut.

Beberapa instalasi produksi pupuk organik cair yang sudah Kami dirikan di beberapa tempat adalah sebagai berikut :

 

  1. Di Sialang Dua Dahan, Rengat, Indragiri Hulu Riau, Kami bekerjasama dengan kawan-kawan di PT ARGINDO INTI SELARAS.

 

  1. Di Bukit Surungan, Padang Panjang, Sumatera Barat, kami kerjasama dengan kawan-kawan di PT.UBASI MITRA SEJAHTERA.

 

  1. Di Pidie Dan Bireun Nagro Aceh Darusalam,kami kerjasama dengan PT.GERBANG TANI MAKMUR, namun di sini instalasi pupuk kami hancur terkena TSUNAMI.

 

  1. Di Selopampang, Temanggung, Jawa Tengah, kami bekerjasama dengan Kelompok Tani KARYA TANI MANUNGGAL.

 

  1. Di Bansari, Temanggung, Jawa Tengah, kami bekerjasama dengan KTNA Kecamatan Bansari.

 

  1. Di Bantul, Jogjakarta, kami kerjasama dengan Bapak Rudi, namun instalasi di sini juga hancur terkena Gempa Bumi 26 Mei 2006.

 

  1. Di Gondang, Nganjuk, Jawa Timur, kami kerjasama dengan KTNA Kecamatan Gondang, tetapi karena sesuatu hal berhenti aktivitasnya.

 

  1. Di Pare, Kediri, Jawa Timur, kami kerjasama dengan Kelompok Tani Badas.

 

 

  1. RISIKO DAN UNSUR-UNSUR YANG MENDUKUNG

     

    Risiko yang Bisa Mempengaruhi Kegagalan Kegiatan ;

     

  • Masih banyak orang dan para petinggi yang berpendapat bahwa melakukan budidaya tanaman secara organik akan memberatkan petani, karena menurut mereka prosesnya bertele-tele dan kotor
  • Ketahanan petani ketika melakukan konversi dalam rangka menerapkan sistem bertani secara organik.
  • Manuver para tengkulak pupuk ketika menanggapi proyek ini sebagai pesaing bisnis mereka.
  • Unsur-unsur yang Mendukung Keberhasilan Kegiatan ;
  • Tuntutan dunia internasional untuk melakukan kegiatan budidaya pertanian yang sehat dan ramah lingkungan.
  • Program Pemerintah GO-ORGANIC pada tahun 2010.
  • Adanya kesadaran petani untuk bangkit dari keterpurukan dan adanya niat untuk bertani ramah lingkungan.
  • Praktek bertani secara organik memberikan efisiensi pada biaya budidaya, berarti lebih irit biaya.
  • Tumbuhnya kesadaran membangun usaha bersama berbasis komunitas.
  • Bahan bakunya memanfaatkan bahan limbah pertanian dan peternakan yang bisa didapat dengan mudah di pedesaan.

 

 

IX.    SESUASI DENGAN PROGRAM NASIONAL/DAERAH

 

Inti dari kegiatan membangun Model Pertanian Terpadu ini adalah memasyarakatan sistem budidaya pertanian dan peternakan yang efisien, mandiri, menguntungkan, berkelanjutan dan ramah lingkungan. Kegiatan ini juga diniatkan untuk mensukseskan pembangunan berbasis komunitas serta peningkatan pendapatan masyarakat petani.

 

Dengan Mendirikan instalasi pupuk berarti mendukung langkah tanggap darurat untuk penyelamatan pertanaman yang ada di lapangan dan ternak yang masih hidup, serta menghindari terjadinya “outbreak” kemerosotan hasil panen dan produksi pertanian lainnya.

 

Pada tahun 2000, Pemerintah Republik Indonesia melalui Departemen Pertanian telah mencanangkan PROGRAM GO ORGANIC 2010. Salah satu program kegiatan GO ORGANIC 201O adalah upaya pengurangan pupuk kimia dan obat pembasmi hama yang sifatnya khemis sampai pada jumlah yang wajar seperti yang dianjurkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

 

 

1. Rencana Anggaran Biaya (menyusul)

2. Struktur Kerja

3. Denah Ruang Pada Instalasi Pupuk Organik Cair

4. Diagram Alir Proses Produksi Pupuk Organik Cair

5. Beberapa hasil analisa Laboratorium, antara lain dari :

  • Fakultas Pertanian UGM
  • Sucofindo
  • Lab. Deperindag Pusat Jakarta

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

Kelompok Kerja RAMES

Yogyakarta 2007

 

 

 

Sekretariat : Dusun Pedak, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.

KONTAK PERSON : Japrak HAES 0818970205

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s